Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Paper.id Platform Bisnis Digital Untuk UMKM

 Masih minimnya pemahaman terhadap dasar-dasar akuntansi, membuat pelaku usaha UMKM masih menggunakan sistem Invoicing manual yang merepotkan, sulit dilacak dan penuh resiko. 


Dan melihat adanya permasalahan dalam pengelolaan usaha dari sisi akuntansi itu, Paper.id hadir menjadi platform Invoicing pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan laporan manajemen arus kas, laporan keuangan, dan berbagai laporan usaha lainnya. 

Nah, seperti apakah konsep bisnis yang diusung Paper.id ini? Dijawab langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Paper.id. 

Kita langsung membahas tentang Paper.id ini, seperti apa bisnisnya? 

Paper.id adalah software atau aplikasi Invoicing, Inventory, dan akuntansi, yang membantu mitra bisnis dalam mengelola keuangannya, tagihan, stok, bahkan sampai laporan keuangannya ini. 

Aplikasi ini gratis dan terbuktikan sudah membantu lebih dari 100.000 mitra bisnis untuk menagih lebih cepat dan menghemat biaya operasional sampai 30%. 

Untuk peluang bisnis platform Invoicing ini di Indonesia, sehingga terbentuklah Paper.id ini? 

Kalau kita lihat dari peluang bisnisnya ini tentu sangat besar. Balik lagi ada 60 juta-an UMKM atau pemilik bisnis di Indonesia dan kalau kita melakukan survei kecil-kecilan di Jakarta, 8 dari 10 masih menggunakan tools yang manual. 

Jadi, kita lihat ya potensi pasarnya sangat besar. Solusi yang kita lihat sekarang pun ini mereka masih belum bisa memindahkan yang namanya invoice ini menjadi digital. 

Namun, nggak lama lagi akan ada inisiatif dari pemerintah, misalnya seperti digital signature atau e-materai, ini akan bisa membuat invoice itu purely digital. Bahkan perusahaan yang bukan UMKM saja, yang notabenenya sudah medium atau besar, mereka ini pernah kontak ke kita karena mereka ini sebenarnya juga sudah mau mengdigitalisasi invoice itu. 

Lebih tepatnya, kapan hadirnya Paper.id di Indonesia? 

Paper.id didirikan dari tahun 2016. Jadi, saat itu kita masih baru launching beta juga. Awal tahun 2018, kami ada 2.000 UMKM yang sudah terdaftar di platform kami. 

Lalu, di akhir 2019 kemarin sudah ada lebih dari 100.000 pengusaha yang total sudah terdaftar. 

Nah, untuk target market-nya, jenis usaha seperti apa yang bisa masuk atau mungkin bisa menggunakan Paper.id ini? 

Bisnis yang kita memang utama targetkan adalah yang B2B (Business-to-Business) yang biasanya menggunakan Invoice. 

Balik lagi mereka biasanya untuk menagih customer-nya. Mau kecil atau besar, mungkin jatuh tempo dalam 30 hari atau bahkan 60 hari kadang-kadang, mereka harus membuat Invoice dan tentunya di platform ini sudah bisa dari handphone atau komputer, semuanya sudah serba digital. 

Kita bisa kirim lewat email atau mau share lewat WhatsApp atau Line, ini semuanya bisa. Nanti juga ada reminder otomatis. 

Jadi, memang segment utama yang kita targetin ini ada perusahaan seperti distributor, ada juga yang jualan online, Digital Services seperti fotografer atau freelancer, marketing agency, bahkan tour dan travel. 

Karena, mereka ini kebanyakkan melakukan penagihan kepada customernya. 

Fitur yang dihadirkan di Paper.id ini apa saja? 

Jadi, kalau di Paper.id ini fitur-fitur standar seperti membuat penawaran, membuat sales order, atau membuat purchase order, akuntansi sampai inventory-nya sudah hampir standar di kita. 

Namun, yang membuat kita sangat berbeda adalah zamannya sudah sangat digital. Orang-orangnya sudah makin connected. Jadi, ini akan sangat memudahkan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya. Dan pastinya memberi kemudahan, lalu sebagai media pembelajaran pada teknologi digital. 

Nah, itulah pembahasan kita tentang mitra bisnis untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang pengembangan bisnis yang dilakukan Paper.id sampai saat ini.